Atap Ruang Kelas SD Negeri Bojonegara Ambruk, Proses Pembelajaran Terhambat

Atap Ruang Kelas SD Negeri Bojonegara Ambruk, Proses Pembelajaran Terhambat

Bojonegara, Banten - SD Negeri Bojonegara, yang terletak di tengah-tengah komunitas pendidikan di daerah ini, mengalami insiden mengkhawatirkan ketika atap ruang kelasnya ambruk. Kejadian pertama terjadi pada bulan Januari 2026, dan insiden serupa kembali terulang pada bulan April lalu. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan masyarakat setempat tentang keselamatan anak-anak mereka saat menjalani proses pembelajaran.

Para siswa di sekolah tersebut terpaksa harus dipindahkan sementara ke ruang kelas lain, yang hanya mampu menampung setengah dari jumlah siswa yang ada. Kepala SD Negeri Bojonegara, Budi Santoso, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pendidikan Kabupaten Cilegon, namun hingga kini belum ada tindakan konkret yang diambil untuk memperbaiki kerusakan.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat segera membantu memberikan solusi. Kami tidak hanya khawatir terhadap keselamatan siswa, tetapi juga terhadap proses belajar mengajar yang terganggu,” ungkap Budi.

Dampak Kejadian

Kejadian ambruknya atap ini bukan hanya menjadi masalah fisik, namun juga berimbas kepada psikologi siswa. Banyak orang tua yang merasa cemas setiap kali anak mereka pergi ke sekolah. “Saya sangat khawatir. Atap yang runtuh menunjukkan kondisi bangunan sekolah yang tidak baik. Anak saya harus belajar di tempat yang aman,” kata salah seorang orang tua siswa, Rina.

Dalam kesempatan terpisah, seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Cilegon, Ahmad Fauzi, menjanjikan akan secara khusus menyoroti permasalahan ini. “Kami akan membahas anggaran untuk perbaikan gedung sekolah dalam rapat yang akan datang,” jelasnya.

Kronologi Peristiwa

Januari 2026: Atap ruang kelas SD Negeri Bojonegara ambruk untuk pertama kalinya.
April 2026: Atap bangunan kembali mengalami kerusakan yang menyebabkan aula sekolah ditutup.
Setelah Mei 2026: Pihak sekolah menyampaikan laporan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Cilegon, namun belum ada tindaklanjut yang jelas sampai saat ini.